Keangkuhan dan kesombongan melekat pada setiap individu, baik dalam skala kecil maupun besar. setiap orang akan memiliki hasrat untuk membanggakan dirinya dengan menampilkan prestasi atau yang lainya. ia mencoba menarik perhatian orang disekelilingnya melalui tindakan itu.
Pada anak, hal ini mulai muncul ketika berusia sekitar satu tahun. anak mulai suka berkeliling dan menarik perhatian orang lain melalui tingkah laku lucunya. ia akan mengulangi tindakan yang membuat orang tuanya dan orang lain gembira. terkadang pula anak memperlihatkan kepuasanya melalui gerak tubuh, seolah ingin menegaskan nilai penting dirinya.
Bangga terhadap diri sendiri sebenarnya bukanlah perbuatan negatif. karena kenyataanya, perasaan ini memacu seseorang untuk berupaya karas mencapai hasil yang lebih baik melalui semangat kompetisi. anak akan bekerja keras untuk memperoleh hasil yang lebih tinggi dikelasnya. ia mencoba mengembangkan keahlianya dalam berpuisi atau menjadi pelukis yang hebat. hasrat anak untuk berkompetisi ini merupakan pertanda bahwa dirinya akan menjadi penyair, artis, pelukis atau ilmuwan besar dimasa depan.
keberadaan rasa bangga pada anak ini tak perlu dikawatirkan. yang penting adalah digunakan untuk keuntungan anak. bila hal ini diarahkan dengan benar maka akan diperoleh hasil yang baik. pada tahap awal usianya anak tak dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, ia mengamati reaksi orang tuanya untuk memutuskan tindakanya dan mengambil kesimpulan. pendidik yang jeli akan mendukung tindakan baik anak dengan mengekspresikan kegembiraan. pendidik juga dapat mendorong anak bersikap baik dengan dengan memperhatikan ketidaksenangan atas tindakan buruknya.
Beberapa orang tua yang tidak bijaksana, disebabkan cintanya pada anak, mencurahkan pujian berlebihan padanya tanpa mempertimbangkan apakah perbuatan anak itu baik atau tidak. dengan demikian mereka telah meletakan fondasi perilaku buruk pada anak. dalam tindakan itu mereka telah membesar-besarkan kualitas anak dan terus memujinya, akibatnya anak menjadi sombong, arogan, dan egois. ia selalu mengharap pujian dari orang lain seperti yang dilakuka orang tuanya. ketika tak memperoleh tanggapan yang diinginkan iapun menjadi putus asa. akhirnya ia membenci orang lain, sehingga pada tahap selanjutnya , ia mungkin saja berfikir untuk mencelakaan mereka.
Oleh karena itu, orang tua harus membimbing anaknya kejalan yang benar, orang tua harus membimbing fikiran anak menuju kepada Allah. dengan demikian mulai sekarang, bila anak melakukan kesalahan, jangan hanya mengatakan bahwa anda tidak menyukainya, tapi katakan pula bahwa Allah tidak menyukainya.
Rabu, 21 Januari 2015
ANGKUH DAN BANGGA DIRI
Keangkuhan dan kesombongan melekat pada setiap individu, baik dalam skala kecil maupun besar. setiap orang akan memiliki hasrat untuk membanggakan dirinya dengan menampilkan prestasi atau yang lainya. ia mencoba menarik perhatian orang disekelilingnya melalui tindakan itu.
Pada anak, hal ini mulai muncul ketika berusia sekitar satu tahun. anak mulai suka berkeliling dan menarik perhatian orang lain melalui tingkah laku lucunya. ia akan mengulangi tindakan yang membuat orang tuanya dan orang lain gembira. terkadang pula anak memperlihatkan kepuasanya melalui gerak tubuh, seolah ingin menegaskan nilai penting dirinya.
Bangga terhadap diri sendiri sebenarnya bukanlah perbuatan negatif. karena kenyataanya, perasaan ini memacu seseorang untuk berupaya karas mencapai hasil yang lebih baik melalui semangat kompetisi. anak akan bekerja keras untuk memperoleh hasil yang lebih tinggi dikelasnya. ia mencoba mengembangkan keahlianya dalam berpuisi atau menjadi pelukis yang hebat. hasrat anak untuk berkompetisi ini merupakan pertanda bahwa dirinya akan menjadi penyair, artis, pelukis atau ilmuwan besar dimasa depan.
keberadaan rasa bangga pada anak ini tak perlu dikawatirkan. yang penting adalah digunakan untuk keuntungan anak. bila hal ini diarahkan dengan benar maka akan diperoleh hasil yang baik. pada tahap awal usianya anak tak dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, ia mengamati reaksi orang tuanya untuk memutuskan tindakanya dan mengambil kesimpulan. pendidik yang jeli akan mendukung tindakan baik anak dengan mengekspresikan kegembiraan. pendidik juga dapat mendorong anak bersikap baik dengan dengan memperhatikan ketidaksenangan atas tindakan buruknya.
Beberapa orang tua yang tidak bijaksana, disebabkan cintanya pada anak, mencurahkan pujian berlebihan padanya tanpa mempertimbangkan apakah perbuatan anak itu baik atau tidak. dengan demikian mereka telah meletakan fondasi perilaku buruk pada anak. dalam tindakan itu mereka telah membesar-besarkan kualitas anak dan terus memujinya, akibatnya anak menjadi sombong, arogan, dan egois. ia selalu mengharap pujian dari orang lain seperti yang dilakuka orang tuanya. ketika tak memperoleh tanggapan yang diinginkan iapun menjadi putus asa. akhirnya ia membenci orang lain, sehingga pada tahap selanjutnya , ia mungkin saja berfikir untuk mencelakaan mereka.
Oleh karena itu, orang tua harus membimbing anaknya kejalan yang benar, orang tua harus membimbing fikiran anak menuju kepada Allah. dengan demikian mulai sekarang, bila anak melakukan kesalahan, jangan hanya mengatakan bahwa anda tidak menyukainya, tapi katakan pula bahwa Allah tidak menyukainya.
Pada anak, hal ini mulai muncul ketika berusia sekitar satu tahun. anak mulai suka berkeliling dan menarik perhatian orang lain melalui tingkah laku lucunya. ia akan mengulangi tindakan yang membuat orang tuanya dan orang lain gembira. terkadang pula anak memperlihatkan kepuasanya melalui gerak tubuh, seolah ingin menegaskan nilai penting dirinya.
Bangga terhadap diri sendiri sebenarnya bukanlah perbuatan negatif. karena kenyataanya, perasaan ini memacu seseorang untuk berupaya karas mencapai hasil yang lebih baik melalui semangat kompetisi. anak akan bekerja keras untuk memperoleh hasil yang lebih tinggi dikelasnya. ia mencoba mengembangkan keahlianya dalam berpuisi atau menjadi pelukis yang hebat. hasrat anak untuk berkompetisi ini merupakan pertanda bahwa dirinya akan menjadi penyair, artis, pelukis atau ilmuwan besar dimasa depan.
keberadaan rasa bangga pada anak ini tak perlu dikawatirkan. yang penting adalah digunakan untuk keuntungan anak. bila hal ini diarahkan dengan benar maka akan diperoleh hasil yang baik. pada tahap awal usianya anak tak dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, ia mengamati reaksi orang tuanya untuk memutuskan tindakanya dan mengambil kesimpulan. pendidik yang jeli akan mendukung tindakan baik anak dengan mengekspresikan kegembiraan. pendidik juga dapat mendorong anak bersikap baik dengan dengan memperhatikan ketidaksenangan atas tindakan buruknya.
Beberapa orang tua yang tidak bijaksana, disebabkan cintanya pada anak, mencurahkan pujian berlebihan padanya tanpa mempertimbangkan apakah perbuatan anak itu baik atau tidak. dengan demikian mereka telah meletakan fondasi perilaku buruk pada anak. dalam tindakan itu mereka telah membesar-besarkan kualitas anak dan terus memujinya, akibatnya anak menjadi sombong, arogan, dan egois. ia selalu mengharap pujian dari orang lain seperti yang dilakuka orang tuanya. ketika tak memperoleh tanggapan yang diinginkan iapun menjadi putus asa. akhirnya ia membenci orang lain, sehingga pada tahap selanjutnya , ia mungkin saja berfikir untuk mencelakaan mereka.
Oleh karena itu, orang tua harus membimbing anaknya kejalan yang benar, orang tua harus membimbing fikiran anak menuju kepada Allah. dengan demikian mulai sekarang, bila anak melakukan kesalahan, jangan hanya mengatakan bahwa anda tidak menyukainya, tapi katakan pula bahwa Allah tidak menyukainya.
Senin, 19 Januari 2015
Minggu, 18 Januari 2015
Renungan untuk semua
Allah Swt berfirman, sesungguhnya Allah menyuruh {kamu} belaku adil dan berbuat kebajikan ....(QS.An-Nahl:90)
Rosulullah saw bersabda " Berlaku adilah terhadap seluruh anak-anakmu sekalipun beberapa diantaranya sedang bepergian. bila egkau ingin diperlakuakan anak-anakmu dengan baik, penuh kasih sayang dan adil maka perlakukanlah mereka dengan cara yang sama. "
" Aku bukanlah apa-apa dimata orang tuaku. mereka bukan hanya tidak menghargaiku tapi juga terbiasa mencela dan memarahiku setiap waktu. mereka tak pernah mengijinkanku melakukan apapun. bila aku berinisiatif melakukan beberapa pekerjaan, mereka akan berusaha mencari-cari kesalahanku. mereka lazim mencelaku dihadapan teman-teman mereka dan teman-temanku. mereka tak pernah membolehkanku berkata apapun selagi orang lain berada disekeliling kami. semua itu membuatku harus menanggung rasa rendah diri dan malu terhadap diriku sendiri. aku mulai memandang diriku sebagai sosok yang tidak berguna . sekarang ini aku sudah dewasa tapi aku terus hidup dan bekerja dalam bayang-bayang rasa putus asa yang sama. bila dihadapkan dengan tugas yang sulit aku merasakan diriku tak berdaya dan tak sanggup melakukanya. aku memandang diriku tak berharga dan sama sekali tak punya kemampuan. aku benar-benar tak punya percaya diri, bahkan aku merasa tak yakin mampu berbicara dihadapan orang lain. ketika aku mengungkapkan sesuatu dalam kondisi tertentu, aku memikirkanya selama berjam-jam tentang apakah yang aku kemukakan saat itu benar adanya ataukah tidak.
Rosulullah saw bersabda " Berlaku adilah terhadap seluruh anak-anakmu sekalipun beberapa diantaranya sedang bepergian. bila egkau ingin diperlakuakan anak-anakmu dengan baik, penuh kasih sayang dan adil maka perlakukanlah mereka dengan cara yang sama. "
" Aku bukanlah apa-apa dimata orang tuaku. mereka bukan hanya tidak menghargaiku tapi juga terbiasa mencela dan memarahiku setiap waktu. mereka tak pernah mengijinkanku melakukan apapun. bila aku berinisiatif melakukan beberapa pekerjaan, mereka akan berusaha mencari-cari kesalahanku. mereka lazim mencelaku dihadapan teman-teman mereka dan teman-temanku. mereka tak pernah membolehkanku berkata apapun selagi orang lain berada disekeliling kami. semua itu membuatku harus menanggung rasa rendah diri dan malu terhadap diriku sendiri. aku mulai memandang diriku sebagai sosok yang tidak berguna . sekarang ini aku sudah dewasa tapi aku terus hidup dan bekerja dalam bayang-bayang rasa putus asa yang sama. bila dihadapkan dengan tugas yang sulit aku merasakan diriku tak berdaya dan tak sanggup melakukanya. aku memandang diriku tak berharga dan sama sekali tak punya kemampuan. aku benar-benar tak punya percaya diri, bahkan aku merasa tak yakin mampu berbicara dihadapan orang lain. ketika aku mengungkapkan sesuatu dalam kondisi tertentu, aku memikirkanya selama berjam-jam tentang apakah yang aku kemukakan saat itu benar adanya ataukah tidak.
Sabtu, 17 Januari 2015
AMANAT NYA
RUANG KEHIDUPAN JAGAD INI TAMPAK DIDOMINASI OLEH ORANG-ORANG DEWASA. PADA GILIRANYA, PERHATIAN TERHADAP DUNIA ANAK HARUS DIAKUI MERUPAKAN WILAYAH YANG SANGAT JARANG TERSENTUH, TERUTAMA MASALAH PENDIDIKAN. PADAHAL DARI SINILAH JUSTRU PERADABAN SEBUAH BANGSA BERMULA. KURANGNYA PERHATIAN TERHADAP RANAH FUNDAMENTAL INI NISCAYA BEREFEK PANJANG KEPADA SEBUAH BANGSA.
ADA PERBEDAAN YANG TEGAS ANTARA PENDIDIKAN DENGAN PENGASUHAN. PENDIDIKAN BERMAKNA PENANAMAN PENGETAHUAN, ATAU MENANAMKAN ISI DARI SEBUAH KURIKULUM. SEDANGKAN MENGASUH ADALAH MEMBENTUK KEPRIBADIAN PADA JALAN YANG DIINGINKAN. HARUSKAH KITA BARU MAMBUKA MATA SETELAH ANAK-ANAK MULAI LIAR, KECANDUAN NARKOBA, ASOSIAL, DAN BAHKAN MENJADI KRIMINAL. MENGAPA INI HARUS TERJADI TAK LAIN PENYEBABNYA ADALAH KELALAIAN ORANG TUA , SALAH MEMPERLAKUKAN ANAK BERARTI MENGABAIKAN AMANAT ALLAH. LALU BAGAIMANA DENGAN ANDA, DAN KITA SEMUA SUDAHKAH MEMULAINYA ?
ADA PERBEDAAN YANG TEGAS ANTARA PENDIDIKAN DENGAN PENGASUHAN. PENDIDIKAN BERMAKNA PENANAMAN PENGETAHUAN, ATAU MENANAMKAN ISI DARI SEBUAH KURIKULUM. SEDANGKAN MENGASUH ADALAH MEMBENTUK KEPRIBADIAN PADA JALAN YANG DIINGINKAN. HARUSKAH KITA BARU MAMBUKA MATA SETELAH ANAK-ANAK MULAI LIAR, KECANDUAN NARKOBA, ASOSIAL, DAN BAHKAN MENJADI KRIMINAL. MENGAPA INI HARUS TERJADI TAK LAIN PENYEBABNYA ADALAH KELALAIAN ORANG TUA , SALAH MEMPERLAKUKAN ANAK BERARTI MENGABAIKAN AMANAT ALLAH. LALU BAGAIMANA DENGAN ANDA, DAN KITA SEMUA SUDAHKAH MEMULAINYA ?
MASIH ADA JALAN YANG TERBUKA
Ketika jalan keberhasilan tertutup
maka jalan yang lain sebenarnya terbuka, akan tetapi anda tidak melihatnya.
Karena anda terpaku terlalu lama dengan jalan yang anda hadapi sehingga tidak melihat jalan lainya yang terbuka. berfikirlah dengan banyak alternatif jika jala yang anda tempuh menemui kebuntuan
Selamat Ulang Tahun
#SELAMAT ULANG TAHUN#
SMK PERINTIS ADILUHUR
Kec Jabung Kab Lam-Tim
yang ke 5 Th 2015
semoga makin maju dan jaya terus mengibarkan semangat pendidikan Tanah air
Bravo,,,,,,...!
Dari keluarga besar
Bapak Nursalim
Adirejo
Langganan:
Postingan (Atom)